Mojokerto, 8 Desember 2025 – Dalam rangka
meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk peserta program Pendidikan Kecakapan
Wirausaha (PKW) tahun 2025, LKP Kriya Busana Majapahit menghadirkan narasumber
sulam, Ibu Farida, untuk memberikan pembekalan keterampilan sulam tangan kepada
peserta didik.
Kegiatan pelatihan sulam ini diikuti oleh seluruh
peserta PKW 2025, didampingi oleh instruktur dan tim panitia pelaksana. Materi sulam
menjadi bagian penting dalam kurikulum tambahan PKW karena berperan sebagai
keterampilan pendukung yang mampu memperkuat nilai estetika, karakter produk, dan
daya saing usaha busana.
Dalam penyampaian materinya, Ibu Farida
menjelaskan pengenalan alat dan bahan sulam, teknik dasar tusuk sulam, serta
penerapannya pada berbagai produk busana. Peserta juga dibimbing untuk
mempraktikkan langsung teknik sulam sederhana yang dapat dikembangkan menjadi
motif bernilai komersial.
“Sulam bukan hanya soal keindahan, tetapi juga
ketelatenan dan konsistensi. Jika ditekuni, sulam dapat menjadi identitas
produk dan peluang usaha yang menjanjikan,” ungkap ibu Farida saat sesi
praktik.
Pelatihan berlangsung interaktif dan mendapat
antusiasme tinggi dari peserta. Setiap peserta menghasilkan karya sulam yang
dapat diaplikasikan pada busana, sebagai bekal awal dalam pengembangan produk
usaha mereka.
Pimpinan LKP Kriya Busana Majapahit menyampaikan
bahwa kehadiran narasumber sulam ini sejalan dengan tujuan PKW 2025 untuk
mencetak wirausaha muda kreatif dan inovatif.
“Kami ingin peserta tidak hanya memiliki keterampilan
utama menjahit, tetapi juga kemampuan detail seperti sulam yang memberi nilai
tambah pada produk,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, LKP Kriya Busana Majapahit terus
berkomitmen menghadirkan pembelajaran PKW yang aplikatif, berbasis
keterampilan, dan berorientasi pada peluang usaha nyata di bidang tata busana.
.jpeg)




Posting Komentar untuk "PKW 2025 LKP Kriya Busana Majapahit Hadirkan Narasumber Sulam Ibu Farida, Bekali Peserta Keterampilan Detail Bernilai Jual"